Published On: Jum, Mar 15th, 2013

Golput dalam Pemilu Bukan Solusi Tepat

321 Views
Pembicara Ganjar Prabowo menyampaikan materi seminar.

Pembicara Ganjar Pranowo menyampaikan materi seminar.

 

SEMARANG, AMANAT- Jumlah golput tidak akan menggagalkan sebuah pemilu, meski mencapai 75 persen. Gerakan golput juga tidak merubah  sistem apapun. Sudah saatnya masyarakat meninggalkan kebiasaan golput dalam pemilu, menggunakan hak pilih mereka secara bijak untuk memilih pemimpin.

”Saya melihat fenomena golput masih banyak terjadi. Mari kita gunakan hak pilih untuk mendapatkan pemimpin yang hati nuraninya nyambung dengan keinginan rakyatnya,” kata Pengamat Politik Nur Syamsudin, Kamis (14/3) dalam Seminar Nasional Golput dan Fenomena Emoh Negara (Tantangan dan Fungsi Parpol  dalam Konsolidasi Demokrasi di Indonesia).

Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Siyasah Jinayah Fakultas Syariah itu bertempat di Auditorium 1 Lt. 2 Kampus 1 IAIN Walisongo Semarang. Hadir sebagai pembicara, Politikus PDIP Ganjar Pranowo, Staf DPRD Jawa Tengah Siti Nurma’munah, serta Pengamat Politik Nur Syamsudin, M. Ag.

Siti Nurma’munah mengatakan, golput merupakan ekspresi ketidakpuasan kepada partai politik karena figur-figur yang dicalonkan dianggap tidak lagi bisa dipercaya. Fenomena itu lantaran banyaknya persoalan bangsa yang tidak mampu dibenahi para pemimpin. Mereka hanya menawarkan janji-jani kosong, bahkan banyak yang terjerat kasus korupsi.

”Golput terus meningkat. Pada pemilu 1997 hanya 6,4 persen, namun pemilu 2009 golput mencapai 29 persen.” Ujar Nur Syamsudin. Menurutnya, golput sudah harus ditinggalkan karena tak akan mampu merubah perpolitikan bangsa.

Ada beberapa hal yang bisa dipakai untuk memperbaiki politik di negeri ini. Diantaranya dengan gerakan hak pilih dan menggalakkan gerakan pemilih yang rasional dan cerdas untuk melawan partai-partai bopeng. ”Kita bisa melakukannya dengan cara mengajak orang-orang di sekitar kita agar tidak golput, memilih pemimpin yang sesuai hati nurani,” katanya.

Meniatkan diri kita untuk memasuki partai politik dan memperbaikinya dari dalam merupakan cara lain untuk membenahi politik. ”Masuk tapi jangan sampai terbawa arus buruk di partai” katanya. Bahkan, yang seharusnya dilakukan saat ini adalah mereformulasi aturan parpol baik dalam kaderisasi maupun pemilihan kandidat pemimpin. [Rohman Kusriyono]


Fatal error: Uncaught Exception: 190: Error validating application. Application has been deleted. thrown in /home/amana357/public_html/wp-content/plugins/seo-facebook-comments/facebook/base_facebook.php on line 1044